Setelah berbulan-bulan disibukkan dengan belajar dan menghafal, tiba saatnya para santri menikmati rihlah guna relaksasi serta menghilangkan penat. Kegiatan rihlah kali ini adalah camping selama 3 hari di hutan wisata yang terletak di desa Paau, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.
Untuk menuju desa tujuan, kami perlu menyebrangi Waduk Riam Kanan dan menempuh perjalanan menggunakan perahu selama kurang lebih 2 jam.

Hari pertama rihlah diisi dengan kegiatan Tadabbur Alam. Para santri diajak untuk menyadari keagungan penciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, merenungi bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an tentang alam semesta terwujud nyata di hadapan mereka. Malam harinya, suasana berubah menjadi hikmat. Di bawah langit yang bertabur bintang, para santri menggelar kegiatan muhasabah dan Qiyamul Lail (shalat malam) bersama, mendoakan keberkahan bagi pesantren dan bangsa.
Dihari kedua para santri mengikuti berbagai macam permainan yang dapat menguji kekompakan serta mengasah jiwa kepemimpinan. Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (kelompok tenda) dan menghadapi serangkaian kegiatan edukatif diantaranya adalah permainan kekompakan tali temali, sambung kata, tebak sandi dan lain sebagainya. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan susur hutan melalui jalur yang telah disiapkan. Kegiatan susur hutan ini bertujuan untuk melatih kemampuan survival para santri.

Di hari ketiga atau lebih tepatnya hari terakhir, para santri mengikuti kegiatan sharing dengan para ustadz pendamping hal ini bertujuan untuk menampung asirasi para santri serta menciptakan suasana yang hangat diantara santri dan asatidzah. Sebelum perjalanan pulang tak lupa seluruh santri bergotong royong untuk membersihkan area perkemahan.
Kegiatan rihlah Alhamdulillah berjalan dengan lancar sesuai tujuan yaitu mengembalikan semangat para santri untuk terus menuntut ilmu serta memperkuat ukhuwah islamiyyah antara para santri dan asatidzah tentunya.









